Browse Month: December 2016

Fakta Seputar Demam pada Anak yang Perlu Diketahui

Mungkin merupakan hal wajar ketika orangtua menjadi panik saat mendapati anaknya sakit, termsuk saat anak mengalami suatu gejala demam tinggi. Namun, jangan sampai kepanikan justru membuat anak menjadi semakin tidak nyaman dan menjadikan orangtua gegabah dalam memberikan pertolongan pada anak.

fakta-seputar-demam-pada-anak-yang-perlu-diketahui

Agar Anda lebih bijak dalam mengatasi demam tinggi pada anak, maka ketahui 5 fakta seputar demam berikut :

  • Disebut demam jika suhu tubuh diatas 38 derajat celcius

Segera ukur suhu tubuh anak jika tubuhnya terasa hangat dan pipinya kemerahan. Jika angka ditermometer menujukkan suhu 37,3 derajat celcius, apa yang harus dilakukan ? Apakah orangtua sebagiknya memberikan parasetamol atau segera di bawa ke dokter ?

Jangan dulu panik. Faktanya, si kecil belum dianggap mengalami demam jika suhu tubuhnya menunjukkan angka tersebut. Seperti halnya orang dewasa, suhu tubuh bayi bisa meningkat karena berbagai hal, mulai dari aktivitas fisik berlebihan hingga kepanasan karena baju yang digunakannya terlau tebal.

Suhu tubuh bayi juga terkadang berebda antara siang dan malam hari. JAdi, jika suhu tubuh bayi kurang dari 38 derajat celcius jangan buru-buru menganggapnya deamm. Walaupun begitu, tetap perhatikan perilakunya, apakah ia tampak lesu atau aktif.

  • Pengukuran dari rektum paling akurat

Untuk mendapatkan bacaan suhu tubuh yang paling akurat, ukurlah melalui rektum. Pengukuran lewat ketiak, atau bahkan telinga tidak seakurat melalui rektum.

  • Demam yang disebabkan bakteri berbeda dengan virus

Demam yang disebabkan karena virus terjadi ketika tubuh melawan penyakit akibat serangan virus, mulai dari flu, batuk pilek biasa, atau gangguan pencernaan. Demam karena virus biasanya menghilang dalam 3 hari. Antibiotik tidak banyak berpengaruh pada kondisi ini.

Sedangkan demam karena bakteri terjadi akrena tubuh melawan infeksi bakteri, seperti infeksi telinga, infeksi saluran kemih, atau bakterir adang paru (pneumonia). Infeksi ini lebih jarang terjadi, namum bisa berakibat lebih serius jika tidak ditangani. Cara pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik.

  • Atasi gejalanya, bukan angkanya

Banyak orangtua yang percaya bahwa makin tinggi suhu tubuhnya, maka main parah sakit yang dialami anak. Padahal tidak demikian. Bayi dengan suhu tubuh 37.8 bisa saja merasa nyaman, aktif bermain di kasur, sedangkan yang suhu tubuhnya 37.4 sudah rewel dan lesu.

Apakah itu berarti bayi yang tampak nyaman tidak perlu obat penurun demam ? Ya. Menurut dokter anak dan juru bicara Ikatan Pediatrik AS, Janice Sullivan, yang harus diatasi adalah gejala yang dirasakan oleh anak.

“Atasi ketidaknyamanan anak, bukan demamnya. Ingatlah bahwa demam sebenarnya justru membantu tubuh melawan penyakit,” kata Sullivan.

Dengan kata lain, dari pada fokus pada naik turunnya suhu tubuh anak, perhatikanlah gejala dan perilaku anak yang menunjukkan berat ringannya penyakit. Anak yang tampak kelelahan dan kurang aktif justru menjadi indikator yang lebih tepat daripada suhu tubuhnya.

  • Bahaya pada bayi lebih muda dari usia 3 bulan

Jika bayi berusia kurang dari 3 bulan, maka fobia demam adalah hal yang beralasan. Suhu tubuh yang lebih dari 38 derajat celcius pada bayi merupakan kegawatan. Segera bawa bayi ke dokter, bahkan jika itu tengah malam. Ada dua alasan mengapa kondisi ini tidak bisa diabaikan.

Pertama, lapisan pelindung sel antara aliran darah dan sistem saraf bayi sangat tipis. Ini berarti infeksi bakteri bisa membuatnya menyebrang dan memberi efek berbahaya. Selain itu, bayi yang berusia kurang dari 3 bulan belum bisa menunjukkan gejala infeksi parah seperti bayi yang berusia lebih tua.

Incoming search terms:

  • fakta bayi demam
  • seputar demam pada anak