Jenis Penyakit Akibat Naiknya Produksi Asam Lambung

Dalam kondisi normal, asam lambung diproduksi tubuh untuk membantu metabolisme. Spesialis penyakit dalam RS Husada Utama, dr Indro Harianto SpPD, mengungkapkan jika kondisi asam membantu pemecahan protein dan kandungan nutrisi lain agar lebih cepat diserap oleh tubuh. Beliau juga menjelaskan jika asam lambung juga berfungsi untuk membunuh bakteri yang terbawa oleh makanan.

Beberapa Jenis Penyakit Akibat Naiknya Produksi Asam Lambung

Jenis Penyakit Akibat Naiknya Produksi Asam Lambung

Asam lambung jadi petaka saat diproduksi dalam jumlah berlebih. Akibatnya, muncul hambatan pencernaan. Ada bermacam macam jenis penyakit akibat naiknya produksi asam lambung tersebut, di antaranya, gastritis (maag) & kenaikan asam lambung ke saluran esofagus atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Walaupun miliki gejala-gejala yang hampir sama, namun dua gangguan tersebut mempunyai perbedaan.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan penyebabnya. Keluhan nyeri maag disebabkan oleh inflamasi atau peradangan pada organ pencernaan. Umunya gejala maag berupa nyeri dan sakit perut serta mual.

Maag terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu maag yang bersifat akut atau tiba-tiba dan kronis. Maag akut biasanya merupakan respon lambung yang timbul karena ada mikroorganisme asing yang masuk. Bahkan, sering kali gangguan tersebut timbul tanpa diketahui penyebabnya.

Sedangkan maag kronis biasanya dipicu oleh kebiasaan yang kurang baik, seperti makan terlambat atau sering mengonsumsi makanan yang pedas. Untukpenderita maag kronis, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat. Terutama yang memiliki fungsi untuk menetralkan asam lambung, melindung lapisan mukosa, sampai obat yang mampu membantu mencerna kandungan makanan.

Berbeda halnya dengan maag, jenis penyakit akibat naiknya produksi asam lambung GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan keluhan yang timbul karena naiknya asam lambung ke saluran kerongkongan. Menurut di Indro, isi lambung naik menembus katup lambung. Cairan yang bersifat asam tersebut naik, sehingga menyebabkan rasa panas di dada dan kerongkongan.

Selain menimbulkan rasa panas, kenaikan tersebut juga menimbulkan nyeri yang datang secara tiba-tiba. Maka tidak heran jika banyak pasien yang mengeluhkan sakit di dada yang sering dikira sebagai gejala serangan jantung. ’’Kalau sudah begitu, terasa kecut atau pahit di mulut,’’ lanjut Indro. Jika penderita GERD mengalami serangan tiba-tiba, bukan tidak mungkin nyawa yang jadi taruhan.

Dokter Ismail Yusuf SpPD MKeD menjelaskan bahwa faktor pemicu kenaikan asam lambung bisa bermacam-macam, mulai dari pola makan yang tidak teratur dan tidak seimbang, konsumsi kafein dan makanan pedas yang berlebih, hingga makan di luar jam normal.  ’’Lambung dipaksa bekerja ekstra. Akibatnya, ya produksinya ikut ekstra,’’ ungkap spesialis yang bekerja di RSUD Budi Asih tersebut.

Tidak hanya itu, juga terdapat infeksi bakteri Heliobacteri pylori yang disebut-sebut bisa menyebabkan kanker lambung. Jika sudah berhubungan dengan bakteri, tentu saja penderita harus melakukan pemeriksaan endoskopi. Hal ini dilakukan agar kita bisa mengetahui tingkap keparahan dari kondisi lambung. Tidak jarang juga pasien yang datang dengan luka yang sudah parah. Bahkan mengalami pendarahan.

Sering kali asam lambung naik disebabkan oleh faktor lain. Ada beberapa jenis obat yang bisa berdampak pada naiknya produksi asam lambung. Maka dari itu, penderita harus berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk menentukan terapi pengobatan yang sesuai.

Leave a Reply